Selasa, 06 Maret 2012

Cerpen : Tak Bisa Menyanyi

Halo semua! Gimana kabarnya? Mudah-mudahan baik-baik saja... Kali ini saya akan membagikan cerpen karya teman saya yaitu Zhafira Millenia. Oke, kita simak saja cerpennya!

Tak Bisa Menyayi

Rina, seorang gadis yang sangat jago bernyanyi setiap dia senang atau sedih pasti dia akan bernyanyi sesuai temanya . teman-teman rina selalu gembira mendengar nyanyian rina tidak ada yang iri ataupun cemberut . suatu hari ada acara pementasan seni  . setiap kelas harus menampilkan seni. tentu saja rina akan tampil di pementasan seni itu . rina sangat percaya diri tentang pementasan seni ini. Dia harus tampil dengan perfoma yang bagus hari demi hari rina berlatih bernyanyi . akhirnya hari pementasan tinggal 2 hari lagi, tetapi cobaan menimpa rina. Entah kenapa rina tidak bisa bernyanyi, tenggorokannya sakit . rina sudah meminta maaf kepada teman-temannya tapi mereka ada yang malah mengejeknya dan ada yang membantunya . terpaksa kelas rina tidak bisa ikut pementasan seni karena tidak ada yang bisa dengan seni, hanya rina yang bisa melakukannya. Pulang sekolah  lulu, teman rina menyarankan agar dirinya yang menggantikan rina bernyanyi. Tetapi rina menolaknya karena kasihan lulu dia hanya bisa berlatih dalam jangka waktu 2 hari. rina merasa beban berat ditanggungnya sendiri padahal teman-temannya sudah mempercayakan hal ini padanya. Sampai di rumah rina langsung berdiam diri di kamarnya. Ibunya rina merasa khawatir dengan anaknya akhirnya ia menanyakan masalah yang menimpa rina. Rina menceritakan semuanya dan dia hampir saja menangis. Lalu ibunya rina menasehati rina dengan kata-kata bijaknya . kata-kata itu membuat pikiran rina terbuka lebar kata-kata itu adalah seperti ini “ seni itu bermacam-macam tidak hanya bernyanyi . Dan jika kau tidak dapat bernyanyi kau dapat melakukan hal yang lain seperti menari dan bermain alat musik” . besoknya rina akan mengeluarkan idenya pada teman-temannya. Idenya adalah jika mereka tidak dapat bermain alat musik mungkin mereka bisa bermain alat ritmis sederhana seperti galon, panci bekas, dan sebagainya. Teman-teman rina berhenti sejenak dan akhirnya mereka menyetujui usulan ini. Mereka membentuk tim dan macam-macam alat musik yang akan dimainkan. Rina ikut membantu dengan bermain alat musik pianika . lulu juga berpartisipasi dengan menari. mereka latihan sebisanya karena besok adalah hari pementasanya . akhirnya inilah hari yang ditunggu-tunggu, hari pementasan . kelompok rina dapat giliran urutan yang ke 11 . sambil menunggu mereka latihan sejenak untuk pemanasan dan akhirnya terdengar suara yang mengatakan “ inilah peserta nomer urutan 11, silakan untuk memasuki arena panggung”. Mereka masuk ke panggung dan mereka memainkan alat musik yang mereka pegang. Banyak yang bersorak saat mereka tampil. Semua penampilan sudah di pentaskan sekarang tinggal pengumuman pemenangnya. Rina berdoa agar kelasnya menang, teman-temannya pun mengikuti .” dan pemenang juara 3 adalah peserta nomer 5, juara 2 adalah peserta nomer 13, dan juara 1 adalah.....peserta nomer urut 9 “ . rina terdiam . ternyata pementasan mereka tidak menang “ tenang saja kalah menang sama saja,yang penting kita sudah berusaha semampu kita” kata rina menyemangati . ada teman rina yang meminta maaf karena kemarin ia telah mengejeknya. Mereka ikhlas menyerahkan gelar pemenang kepada yang berhak “ mohon maaf terjadi kesalahan teknis, juara 1 pementasan seni adalah peserta nomer urut 10, selamat kepada para pemenang “ . tiba-tiba teman-teman rina tertawa “ kukira kita, tapi tak apa mungkin lain kali kita bisa menang”, kata lulu. Mungkin ini menjadi pelajaran bagi rina dan teman-temannya. Akhirnya kejadian seperti itupun tak terulang lagi bagi mereka. Satu tahun kemudian diadakan pementasan seni lagi dan mereka tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Mereka mempersiapkan rencana cadangan . ternyata rina bisa bernyanyi dengan perfoma yang bagus dan ia bernyanyi dengan sekuat tenaga . dan itu terbukti mereka mendapat gelar juara 1. Teman-teman rina bersorak untuknya “ aku masih ingat dengan kata-kataku tahun lalu, ternyata itu terbukti sekarang “, kata lulu. Semua tertawa mendengarnya begitupun rina . ini tidak akan terjadi jika tidak ada bantuan dari ibunya rina, teman-temannya, dan pertolongan dari Tuhan yang Maha Kuasa.

Gimana? Bagus gak? Kalo bagus, jangan lupa dishare ya! dan juga kalau mau ngasih kritik dan saran silakan ditulis di Buku Tamu ya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar